https://jurnal.setitel.ac.id/index.php/setitel/issue/feedJurnal Ilmiah SETITEL Imanuel2026-06-17T07:27:10+07:00Dwi Septiarnijurnalsetitel@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah SETITEL Imanuel Telukdalam - Nias Selatan</p>https://jurnal.setitel.ac.id/index.php/setitel/article/view/986Etika Profesi Guru di TK K Imanuel Telukdalam dalam Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas2026-06-17T06:49:00+07:00Lidia Gozaligozali.lidia@gmail.comWantri Hondowantuntri123@gmail.comDwi Septiarni Zagotodwiarnisjagoto@gmail.com<p>pembelajaran yang berkualitas di TK K Imanuel Telukdalam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik survei, observasi, dan studi literatur. Sebanyak 15 guru terlibat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi guru, yang mencakup integritas, tanggung jawab, disiplin, dan kasih sayang, memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pembelajaran anak usia dini. Selain itu, profesionalisme guru yang didukung oleh kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional terbukti memperkuat peran guru sebagai teladan dan fasilitator pembelajaran. Namun, penerapan etika profesi guru tidak terlepas dari dukungan eksternal, seperti supervisi kepala sekolah, pelatihan berkelanjutan, sarana prasarana, serta partisipasi masyarakat. Dengan demikian, pencapaian pembelajaran yang berkualitas membutuhkan sinergi antara komitmen etis guru dan dukungan sistem pendidikan yang berkesinambungan.</p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Lidia Gozali, Wantri Hondo, Dwi Septiarni Zagotohttps://jurnal.setitel.ac.id/index.php/setitel/article/view/987Pesan Shalom bagi Orang-Orang Buangan: Telaah Teologi Biblika Yeremia 29:1–92026-06-17T07:27:10+07:00Lidia Gozaligozali.lidia@gmail.comWantri Hondowantuntri123@gmail.comDwi Septiarni Zagotodwiarnisjagoto@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji <em>Pesan Shalom bagi Orang-Orang Buangan</em> melalui telaah teologi biblika atas Yeremia 29:1–9. Shalom dalam teks ini tidak hanya dimaknai sebagai damai sejahtera, melainkan juga mencakup aspek kesejahteraan, keberlangsungan hidup, dan relasi yang harmonis antara Allah, manusia, serta lingkungan. Yeremia menegaskan bahwa di tengah situasi pembuangan, umat Israel dipanggil untuk membangun kehidupan sosial, bekerja, berkeluarga, serta mendoakan kesejahteraan kota asing tempat mereka tinggal. Telaah ini menunjukkan bahwa pesan shalom tidak bersifat pasif, tetapi aktif dan transformatif, menuntut partisipasi umat dalam membangun kebaikan bersama meskipun berada dalam keterasingan. Secara teologis, shalom menjadi tanda penyertaan Allah sekaligus panggilan etis bagi umat-Nya. Relevansi pesan ini nyata bagi konteks masyarakat modern, khususnya dalam menghadapi krisis sosial dan spiritual, di mana iman dituntut untuk menghasilkan kontribusi nyata demi terciptanya kehidupan yang damai dan sejahtera bagi semua.</p>2026-03-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Lidia Gozali, Wantri Hondo, Dwi Septiarni Zagoto